..Maaf, saya sudah menikah..

 

Setelah bbrp kali bolos setoran dan mulai panik bakalan kena kick dari group 1 minggu 1 cerita akhirnya niat buat bisa setoran minggu ini, tapi begitu tau minggu ini temanya Respek. Duh gue mesti nulis apa ya? Gak ada ide tentang itu.Β Setelah baca di group pengertian respek.

res.pek /rèspèk/

n rasa hormat; kehormatan: menaruh — atas perbuatan yang mulia

Dan kebetulan banget baru ngalamin kejadian yang bikin speechless. Jadi ceritanya beberapa minggu lalu ada yang DM via IG, krn cuma nyapa aja jadi gue abaikan. Tp bbrp hari yang lalu dia komen di salah satu postingan ig gue yang bikin gue ngerutin dahi.

Mas : Mba irene udah nikah blm?

Gue : Memangnya knp ya mas?

Mas : Afwan bisa via message aja mbak?

Karena IDnya agak unik jadinya gue keinget DM 2 minggu lalu dan akhirnya gue bales DMnya.

Begitu baca DMnya ini bener-bener speechless sampe bingung mau komentar apa, hari gini tiba-tiba diajakin ta’aruf sama orang yang gak kenal sama sekali. Dan entah bagaimana si mas ini bisa sampe juga ke postingan IG gue, krn akunnya si mas gak diprotect akhirnya gue sempet kepo sedikit liat postingannya kayanya dia orang yang baik, ID dan postingan-postingannya kearah mengajak orang lain menjadi yang lebih baik. Gue selalu respek sama orang yang mencari pasangan dengan cara ta’aruf. Mereka mencari pasangan hidup dengan cara yang seharusnya. Mencoba mencintai seseorang yang bahkan kenal saja belum. Dan bisa memutuskan menghabiskan sisa hidup mereka dengan orang itu. Ada beberapa teman yang gue kenal dan menjalani ta’aruf dan gue respek dengan keputusan yang mereka ambil.

Mengenai si Masnya itu akhirnya ya gue bales juga dengan sopan klo gue udah nikah dan punya anak. Dan benar untuk percakapannya hanya sampai sebatas itu. Semoga masnya dapat menemukan pendamping hidup. Karna jodoh itu gak disangka-sangka. Dan perjuangan itu gak hanya menjelang pernikahan tapi masih banyak pula perjuangan setelahnya (yang ini based on pengalaman pribadi :D).

Kita enggak pernah ngerasain jadi orang lain, jadi alangkah baiknya kita jangan pernah ngejudge cara/langkah/keputusan yang diambil seseorang dalam hidupnya. Belajarlah menghargai/menghormati/respek terhadap orang lain. Setiap orang pasti punya pertimbangan apapun dalam hidupnya, kita hanya perlu saling menghargai tanpa menghakimi. Hidup itu akan lebih indah ketika kita bisa saling menghormati.

Advertisements

14 thoughts on “..Maaf, saya sudah menikah..

  1. Zahra says:

    Kereeen… Ada aja ya cowo yang berani kaya gtu… Giliran yg nyata aja pd susah buat berani.. Reaksi suami gimana, mba? πŸ˜‚

  2. Waduh…mudah2an si Mas ketemu jodohnya ya. Ada teman yg ta’aruf juga. Datang liat calonnya diantar guru ngajinya, ngobrol 45 menit, sreg. Dua minggu kemudian menikah… 😊

  3. g2-29cb8c947436e6dae9c13248f2b14bcd says:

    Mungkin itu juga teguran halus buat iren, yang bagi beberapa kalangan dianggap postingan dan penampilan di sosial media seperti orang yang belum menikah.

    *wait… komen di blog? Ini 2005 tah?

    • klo postingan di ig, emang jarang publish2 ttg keluarga.
      krn banyak yg kepo-in dan postingannya lebih kearah tema harian krn ikutan komunitas ig πŸ˜€

      Yeay mas aryo komen *halah*

  4. Mungkin dapat akunnya dari komunitas kali Mbak. Salut dgn cowok yg spt itu. Semoga si Mas itu segera dipertemukan dgn jodohnya. *ikutmendoakanjug

  5. Kadang ya mbak , ada cowo gila juga yg ngejar meski kita sdh bilang sdh bersuami hahaha *lohjadicurcol πŸ˜‚πŸ˜‚…. semoga si masnya mendapatkan jodoh yg baik ya mbak , apalagi taaruf gitu ,pasti nyarinya yg seriuss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s