..Rectoverso..

Yang udah2 klo novel dijadiin film biasanya ada missing part deh, karena itu gw lebih suka baca novel ketimbang nonton yang biasanya berakhir kekecewaan. Yah koq gini sih jauh diluar ekspektasi gw sebagai pembaca. Tapi kali ini gw nonton filmnya sebelum baca novelnya, berdasar dari beberapa blog dan komentar temen2 yang udah nonton. Film Rectoverso ini bikin kelilipan (red: nangis), pesen temen2 gw “klo cewe yg nonton pasti nangis deh”. Jadilah gw penasaran, apalagi pas baca sinopsisnya ini 5 cerpen dimasukin di satu film. Pas liat pemainnya wah banyak ya artis2 yang oke. Hmm kaya apa yah ceritanya, makin penasaran. Akhirnya pulang kerja gw dan suami nonton deh.

 

  • Malaikat Juga Tau

Sutradara: Marcella Zalianty

Penulis: Ve Handojo

Sinopsis:

Abang adalah seorang anak penderita autisme yang hidup bersama ibunya (Bunda) dan anak-anak kos di rumah mereka. Salah seorang anak kos itu adalah Leia. Leia adalah satu-satunya penghuni kos yang menaruh perhatian lebih terhadap Abang dan bisa berteman dengannya. Tanpa Leia sadari, Abang jatuh cinta padanya.

Hal ini meresahkan Bunda yang tahu bahwa cinta tidak mungkin terjalin antara Abang dengan Leia.

Firasat Bunda ini semakin diteguhkan ketika Han, adik Abang, pulang ke rumah setelah menyelesaikan studinya di luar negeri. Han segera akrab dengan Leia. Cinta yang terjalin di antara Han dan Leia membuat Abang terluka.

  • Firasat

Sutradara: Rachel Maryam

Penulis: Indra Herlambang

Sinopsis:

Senja bergabung dengan Klub Firasat, di mana setiap minggu para anggotanya berkumpul untuk berbagi cerita tentang berbagai pertanda. Senja bergabung ke dalam klub itu karena Ia selalu mendapat firasat setiap kali Ia akan ditinggal oleh orang terdekatnya. Ini terjadi sebelum Ayah dan adiknya meninggal dunia dalam kecelakaan.

Alasan lain adalah ketua Klub Firasat yang bernama Panca. Seorang lelaki karismatik yang ketajaman intuisi dan pengalamannya mendalami firasat begitu mengagumkan. Senja jatuh cinta pada Panca.

Hingga suatu saat Senja mendapat firasat buruk. Ia akan sekali lagi mengalami kehilangan. Bagaimana Senja mengatasi hal ini? Apakah kali ini firasatnya akan membantu Senja menghindari kesedihannya?

  • Curhat Buat Sahabat

Sutradara: Olga Lydia

Penulis: Ilya Sigma dan Priesnanda Dwi Satria

Sinopsis:

Meskipun berbeda sifat, Amanda yang supel dan ceria mampu menjalin persahabatan dengan Reggie yang sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda. Kapanpun Amanda butuh, Reggie selalu hadir.

Suatu saat, Amanda jatuh sakit. Ia sadar bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa Ia mintai tolong, bahkan pacarnya. Hanya Reggie yang bisa menolongnya.

Pertolongan Reggie membuat Amanda menyadari bahwa yang ia butuhkan selama ini hanyalah orang yang menyayanginya apa adanya dan orang tersebut adalah Reggie. Namun di sisi lain, diam-diam Reggie mulai menyadari bahwa cinta ini sudah terlalu tua untuk dirinya.

  • Hanya Isyarat

Sutradara: Happy Salma

Penulis: Key Mangunsong

Sinopsis:

Lima orang backpackers bertemu lewat forum milis. Meskipun baru beberapa hari bertemu, Tano, Dali, Bayu dan Raga tampak sudah akrab bagaikan sahabat lama, amat kontras dengan Al yang selalu menyendiri dan menjaga jarak.

Diam-diam, Al jatuh cinta pada Raga, sosok yang selama beberapa hari ini hanya mampu dikaguminya dari kejauhan, dari siluet punggungnya saja.

Di suatu malam, kelima orang ini mengadakan permainan kecil, yaitu berlomba menceritakan kisah paling sedih yang mereka punya. Saat Raga menceritakan kisahnya, Al semakin terpukul. Meskipun Al keluar sebagai pemenang, namun Al semakin terseret pada daya tarik Raga, lelaki yang mungkin tak akan pernah ia miliki selamanya karena sebuah rahasia besar dalam diri Raga.

  • Cicak di Dinding

Sutradara: Cathy Sharon

Penulis: Ve Handojo

Sinopsis:

Di suatu malam, Bram, seorang pelukis muda yang masih lugu, bertemu dengan Saras, seorang wanita penghibur yang jauh lebih tua dan lebih “berpengalaman”.

Saras memberikan malam yang sangat berkesan saat itu. Tanpa direncanakan, mereka bertemu lagi. Kali ini mereka berusaha membangun pertemanan, meskipun akhirnya Bram tak kuasa untuk jatuh cinta pada Saras. Saras memutuskan untuk pergi, menghilang dari hidup Bram, dan meminta Bram untuk tidak mencarinya. Bram berusaha mencari Saras, namun gagal. Akhirnya, Bram tenggelam dalam kesibukannya sebagai seorang pelukis muda.

Enam tahun kemudian, Bram bertemu lagi dengan Saras di malam pembukaan pameran tunggal perdananya. Namun kali ini Saras membawa kejutan yang akan menentukan masa depan dan kebahagiaan mereka berdua.

Yang gw suka dari novel banyak kata2 yang tersirat :

“Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.” – Hanya Isyarat (Dee)

“Seratus sempurna. Kamu satu lebih sempurna.” – Malaikat Juga Tahu (Dee)

Source dan Reference :

Film ini bener2 keren banget banget banget, kata2nya tuh Jleb! Jleb! Jleb! Bakalan nyesel yang gak nonton. Oh iya saran gw klo yang belum baca novelnya mending dengerin soundcloud diatas yah.  Jadi pengen beli novelnya *ngitung duid di celengan*. Klo ada lagi yang ngajakin nonton mau lagiii..  :2thumbup