..Just Share..

Awalnya cuma dari blogwalking aja, entah blkngn ini gw yg kangen banget ama kebiasaan gw yg dulu2 sering baca2 blog2 orang. Jujur dengan sangat gw dah bener2 bosen jadi pegawai dengan cuma ngerjain itu2 aja berulang2 terus dan berpenghasilan yg segitu2 aja, klo gitu kapan dong gw bisa beli Honjes Pink *tetep*. Sebenernya dah lama bgt gw punya niat bisnis kecil2an yg dari dulu terbengkalai gak pernah gw pegang sama sekali pdhal bahan2nya dah gw siapin dr dulu. Akhirnya gw browsing sana sini ternyata bisnis flannel dah bener2 berkembang dan bisa jd macem2 yah gw merasa bener ketinggalan jauh. Secara gak sengaja jadi mampir ke blognya Mbak Sheila Martha yg awalnya cuma mau liat2 flannel2 kreasi bikinannya koq jd malah baca2 ceritanya dia yah. Ada satu postingan blog dia yg bikin gw bener nangis bacanya, judulnya In Memoriam Ancillo Dominic yah klo lo punya banyak waktu coba baca sampe abis agak panjang ceritanya.

Singkat ceritanya : Di kehamilan dia yg ketiga ternyata ada kelainan pada janinnya yaitu tidak punya tempurung kepala klo org bilang cacat, yg bikin menariknya Dr Ronny tidak menyarankan untuk aborsi tapi malah duanjurkan untuk mempertahankannya sampai Tuhan sendiri yg menjemputnya. Dengan berbagai perjuangan dan cerita2 banyak orang tua yg ingin mengaborsi anaknya krn ada kelainan yg bisa menjadikannya cacat. Ada beberapa kata2 yg bikin spikles sampe gak bisa ngomong. Ini sepotong ceritanya :

Dokter cerita kalau dia sedang sedih karena satu pasiennya hendak membuang babynya yang terinfeksi rubella. Dokter sudah mencoba meyakinkan mereka, bahwa ada pasiennya sekarang sudah umur lima tahun, divonis kena rubella saat masih dikandungan, kemungkinan cacat 90%, tapi orang tuanya tetap pertahankan dia, karena masih ada chance normal 10%.

Orang tua anak itu sungguh bersyukur tidak buang baby mereka, nyatanya sampai sekarang anak itu sehat tanpa pernah diganggu rubella.

“Kalau masih ada chance untuk normal, biar cuma 10%, kenapa harus dibuang?” katanya sedih. “Walau nggak ada chance, cacat pun kita pelihara dia, kenapa harus dibuang?”

Kemudian dokter menatap kami, “untung lu tetap pelihara dia,” kata dokter. “Badan ada waktunya mati tapi roh itu kekal, dia tidak akan mati. Di akhir jaman nanti, saat semua dibangkitkan, baby akan bilang mama terima kasih karena mama nggak buang dia. Kalau dulu lu buang dia, saat bertemu nanti, dia akan langsung bilang ‘mama pembunuh’!”

Dokter menghela napas. “Makanya banyak pembunuh yang hidupnya nggak bisa tenang karena terus dikejar perasaan bersalah.”

Iya juga.., bagaimana kalau sampai dicap pembunuh oleh anak sendiri.

Sampai akhir dari perjuangannya…

Dokter memegang baby dengan kedua tangannya, mengangkatnya lebih tinggi sehingga saya bisa melihatnya.

Baby tidak menangis, dia terkulai diam.

“Meninggal ya, Dok?” tanya saya pasrah.

“Ya…,” jawab dokter pelan. “Baru aja meninggal.., masih merah, sesaat mau lahir, dia pergi…”

Dokter membetulkan posisi baby yang masih menekuk, satu tangan memegang kepala baby dengan hati-hati, satu tangan lagi menahan pantat baby, terlihat wujud baby yang mungil, matanya setengah menutup seperti sedang tertidur nyenyak, begitu damai…

Ada lagi udah lama sih bacanya dapet dr Kaskus tentang bagaimana sih perasaan bayi yang digugurin (coba deh memposisikan diri). Cerita lengkapnya baca Surat Terbuka Anak Yang Digugurkan Kepada Ibunya ( Baca & Hayati ). Ini sedikit ceritanya jg :

bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini… Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda….badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik… Dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan. Tapi nanda tidak kecewa kok bunda… Karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga nya.

Dan pesan terakhirnya..

bunda, kasih kesempatan buat nanda ya…. Biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda…jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

Banyak kejadian saat kehamilan kondisi janin sehat2 saja ternyata saat melahirkannya meninggal, manusia cuma bisa berencana berusaha dan berdoa semuanya kembali kepada Allah. Jika Allah menghendaki semuanya bisa terjadi. Lebih banyak bersyukur dengan kondisi kita sekarang masih banyak orang yang tidak seberuntung kita di luar sana. Salah satu contohnya ada orang yg sudah menikah bertahun2 tapi belum jg diberikan keturunan. Kadang ada yg tidak kejadian yg tidak sesuai dengan yang kita harapkan bahkan jauh dari yg diharapkan tapi gw selalu percaya klo ini yg terbaik yg Allah kasih buat gw. Semoga bisa sama2 ngambil pelajaran dr cerita diatas, just share aja gak ada maksud mengajarin yah. Cuma buat ngingetin diri sendiri aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s